Aktivis Lingkungan Suarakan Pujian Kepada Barru

20160329_171618-02

Bang Wing, Aktivis Lingkungan

Beberapa waktu yang lalu aktivis lingkungan hidup Wing Sentot Irawan (50 Tahun) mampir ke Barru dalam perjalanannya menuju Mamuju. Ia mengaku terkesan dengan keanakeragaman yang dimiliki Kabupaten Barru, menurutnya Barru memiliki sejuta potensi dan sangat kaya akan budaya.

 

Wing (Sapaan akrabnya), adalah seorang aktivis lingkungan kelahiran Lombok 1966. Sejak tahun 2006, ia aktif terjun melakukan aksi sosial menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan. Uniknya, media yang di gunakan dalam melakukan aksi kampanyenya ialah mengendarai sepeda berkeliling nusantara. Sejumlah trek record pernah ia capai diantaranya, Pertengahan Tahun 2006, ia mulai bersepeda dari kota kelahirannya menuju titik nol Sabang (Sumatera) dan berakhir di Merauke (Papua). Ia juga pernah pernah bersepeda hingga keluar negeri seperti Vietnam. Sedangkan Kabupaten Barru sendiri telah ia kunjungi sebanyak tiga kali, yakni 2 kali pada tahun 2008 dan terakhir tahun 2016 ini, ia melakukan hal itu semata untuk menyuarakan kecintaannya terhadap lingkungan.

 

Dalam setiap kunjungannya, Wing selalu menemui komunitas-komunitas setempat. Hal tersebut merupakan metode pendekatan yang Wing lakukan agar bisa bertukar aspirasi di setiap kota kunjungannya. Terkhusus di Barru Wing bercengkrama dengan Sanggar Seni Colliq Pujie Barru dan Komunitas Barru Membaca. Menurut Wing, dirinya sangat senang berada di Barru, sebab masyarakat begitu ramah padanya. Selain karena ia dinilai sebagai aktivis peduli lingkungan, Wing tua juga sejatinya adalah seorang seniman.

 

Selama di Barru, Wing kerap kali memuji perkembangan Kabupaten Barru. Menurutnya Barru mengalami kemajuan pesat menjadi kota yang indah, damai, dan tenang. Di Bandingkan dengan tahun pertama kunjungannya, ia melihat banyak perubahan sekarang. “Barru kini sudah banyak yang berubah yah” tutur Wing dalam wawancaranya bersama Barru.Org di taman Colliq Pujie beberapa pekan lalu.

 

Wing juga memuji kebersihan lingkungan dan penataan infrastruktur di Barru. Sejauh matanya memandang ia melihat bahwa penataan kota cukup rapi dan tak ada sampah yang berserakan. “Salut melihat tingkat kesadaran masyarakat yang lumayan tinggi, begitu peka terhadap lingkungan” tambah Wing.

 

Meskipun banyak melontarkan pujian, namun ia juga sempat mengeluhkan satu hal, yakni di Barru masih kurang pohon, sehinggah ia masih menilai kota Barru masih terkesan panas. Terkhusus kepada Sepanjang jalan poros Barru dan sentra-sentra pusat keramaian seperti taman. “Penanaman pohon harus di perkuat di sektor itu”, Pungkasnya.

 

Selama tiga hari dua malam ia mampir ke Barru. Membagikan inspirasi dan pengalamannya mengenai lingkungan. Sebagai harapannya yang terakhir adalah sinergitas masyarakat dengan pemerintah harus terus terjalin agar Barru bisa menjadi sebuah kota percontohan lingkungan di masa yang akan datang.

 

Penulis : Achmad Afandy

 

iklan2