Indahnya ” Air Terjun Wae Sai ” Kabupaten Barru

air-terjun-wae-sai_20150601_134202

photo : makassar.tribunnews.com

Perjalanan pulang dari Soppeng ke Makassar sepertinya bakal merugikan jika tidak singgah ke tempat wisata. Lelah menjalankan tugas kantor seharian, sepertinya pas untuk menikmati keindahan alam di salah satu destinasi yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Begitulah kira-kira pemikiran yang terlintas di dalam benak saya usai menjalankan tugas peliputan kantor di daerah berjuluk “Kota Kalong”. Kabupaten Soppeng. Dalam perjalanan pulang ke Makassar, saya dan seorang teman yang berboncengan motor memutuskan untuk pergi ke salah satu tempat wisata di kabupaten Barru. Air terjun Wae Sai, namanya. “Hitung-hitung itu menyegarkan diri dan menghilangkan stres usai bekerja,” pikirku. Sore itu, Selasa, 9 Juni lalu, kami berdua memutuskan pergi ke sana.

Destinasi wisata ini saya tahu, setelah sebelumnya memeroleh sedikit informasi di salah satu grup pejalan di media sosial bernama Makassar Backpacker. Sebuah grup di facebook. Baik saya maupun teman, sama-sama tidak pernah mengunjungi tempat itu. Namun air terjun Wae Sai terdengar begitu menarik untuk tidak dilewatkan. Apalagi, perjalanan pulang ke Makassar, melewati jalur menuju lokasi air terjun tersebut.

Jujur saja, Saya kurang ahli memberikan petunjuk penjelasan mengenai lokasi keberadaan air terjun Wae Sai. Untuk bisa tiba di air terjun yang berjarak 40 km dari Kota Barru ini, perlu menempuh jalur pegunungan menuju Kabupaten Soppeng. Tapi berdasarkan informasi yang saya peroleh dari salah satu orang yang pernah ke air terjun Wae Sai menjelaskannya di grup FB Makassar Backpacker seperti ini;

Ikuti jalur trans Sulawesi sampai ketemu kota Barru di perempatan pertama. Dapat tugu adipura, belok kanan. Ikuti jalur itu sepanjang kurang lebih 20 km. Sebelum tanjakan ke Buludua, ada percabangan ke kanan. Ada plang (papan informasi, red) masuk ke lokasi air terjun sebelah kanan. Dari sini jalan mulai menanjak sampai sekitar 5-7 km. Ikuti jalan terus yang berganti dari aspal ke beton dan jalan berbatu. Sepanjang jalur ini kita disuguhkan pemandangan yang “wuiihh!”

Source : http://fajarpendidikan.co.id/menikmati-panorama-alam-air-terjun-wae-sai/