Inilah Penjelasan Mengapa Pajo-Pajo Di Jadikan Simbol FBTB 2017

Pawai carnaval dalam rangka memeriahkan Hari jadi Barru ke-57 dan Festival Budaya To Berru (FBTB) 2017 di gelar pada Sabtu (4/3). Pawai carnaval di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Baik dari perwakilan instansi kecamatan, desa, instansi kedinasan, perwakilan sanggar seni, duta wisata, sampai perwakilan sekolah turut serta dalam acara tersebut.

Banyaknya peserta yang hadir menambah kemeriahan acara. Namun ada yang menarik pada acara carnaval tahun 2017 ini, yakni setiap peserta carnaval di wajibkan membawa serta patung Pajo-pajo.

Sejatinya, patung Pajo-pajo atau Orang-orangan sawah adalah replika manusia yang ditempatkan di atas tanah yang tengah dibudidayakan (sawah, kebun, ladang, dll) yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti burung atau binatang lainnya (hama sawah) agar tidak mematuk atau merusak biji, tunas, serta buah-buahan yang tengah tumbuh di areal itu.

Patung Pajo-pajo tersebut kemudian diarak sepanjang rute pawai carnaval berlangsung. Uniknya, setiap peserta diberi kebebasan untuk menghias sekreatif mungkin Pajo-pajo mereka. Ada yang menghias Pajo-pajonya mirip tentara zaman dulu, ada juga yang dihias mirip tokoh wayang si Unyil, bahkan yang paling unik dan mengundang decak tawa penonton adalah Pajo-pajo yang dihias bersorban layaknya orang arab.

Festival Budaya tahun 2017 memang mengambil simbol patung Pajo-pajo sebagai logo dan maskot. Menurut Supriyono selaku perancang dari logo FBTB 2017 saat di konfirmasi via line (4/3). Pihaknya menjelaskan bahwa alasan mengambil logo Pajo-pajo itu karena Pajo-pajo dimaksudkan sebagai simbol penjaga, dan jika dikaitkan dengan festival budaya Pajo-Pajo merupakan penjaga budaya kita.

Penulis : Achmad Afandy

Photo : @motret.jomblo