Kerukunan Pemuda Libureng Dirikan Rumah Baca

Dalam rangka upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang di cita-citakan oleh founding Father dalam hal ini pendiri bangsa, yang telah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea Ke Empat. Tentu yang mengorek isi kepala adalah apakah upaya itu akan tercapai tanpa pihak, instansi, organisasi atau lembaga yang berinisiatif, bahkan jika sekadar inisiatif semata itu tidak cukup perlu realisasi, aktualisasi bahkan Reaktualisasi jika hal itu diperlukan apatalagi menghadapi kehidupan yang kompleks seprti sekarang ini, pengaruh budaya yang secara lambat laun melupakan budaya dan asal yang mengikat kita dalam bingkai Gotong Royong.

Seperti yang dikatakan oleh Eric from ” Sistem ekonomi kita telah berhasil membuat kita kaya, namun kita miskin kemanusian”. bukan hanya Eric from beberapa fakta di Desa telah menampakkan sisi individualis, lihat contoh pekerjaan yang dulunya dikerjakan bersama kita telah digerakkan oleh uang atau di sebut juga dengan gaji. Bukan hanya itu mindset atau paradigmapun ikut merubah beberapa fikiran masyarakat m.. Tak pelak lagi Di Desa-desa perlu ada terobosan dan upaya optimal bukan semata penggugur program jika ia dimasukkan dalam program, misal. mengingat bahwa jika hal itu dibiarkan tertanam pada mindset berfikir generasi maka ada potensi hal ini memperkeru kondisi sosial yang akan datang.

Kepedulian sosial adalah hal fundamental yang harus tertanam dalam jiwa pemuda dari sekarang karena dari sana lahir tanggung jawab batin, Kerangka berfikirlah yang mengarahkan tindakan seseorang ke arah itu sebab dibutuhkan upaya pencerdasan kehidupan bangsa melalui beragam cara seperti membuat sarana baca dalam rangka mengaktifkan fikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *