Pulau Pannikiang dan Mimpi Mimpi Penduduknya

Path 2016-02-17 11_41 (1)

Rumah Warga di Pannikiang

Baru-baru ini team Barru.org melalui program Jalan-jalan senin berangkat ke salah satu pulau yang ada di Kabupaten Barru. Pulau tersebut berada di sebelah utara laut lepas Sumpang Binangae. Di Pulau yang masuk di wilayah kecamatan Balusu ini di huni oleh kurang dari 100 penduduk saja. Mata pencariannya pun hanya sebagai nelayan saja. Ada tanda tanya besar dalam pikiran sesaat tiba disana, kira kira dimana anak-anak yang tinggal dipulau ini menitih pendidikan ?. Mereka menunjukkan sikap yang hangat dan penuh dengan senyuman seakan perahu pun ikut menyambut kami. Tidak ada keraguan dalam diri mereka arti kedatangan kami disana dan itu membuat kami terkesan. Selain mengamati aktifitas penduduk, disana telah dibangun akses Jalur khusus untuk wisata mangrove yang di prakarsai oleh Kementerian Kelautan bersama Dinas Pariwisata Barru. Bahkan penduduk disana lah yang ikut andil dalam proses pembuatan sehingga menambah panorama keindahan disana. Pulau Pannikiang merupakan pulau yang dihuni oleh ekosistem kelelawar yang hidup di sela-sela pohon mangrove. Kelelawar dalam bahasa bugis disebut “Panning” merupakan awal nama dari pulau pannikiang dan bahkan dikenal menjadi salah satu nama dusun di kecamatan Balusu.

 

 

Path 2016-02-17 11_41

Tempat Kelelawar Hidup di Pulau Pannikiang

Ditengah – tengah kunjungan Tim Barru.Org, kami sempat berbincang dengan salah satu warga. “saya sangat berharap kedepan dengan adanya tempat wisata ini juga bisa menambah penghasilan sehari – hari kami dengan memanfaatkan sumber daya yang ada disini ” kata bapak Sultan yang sangat ramah terhadap kami.  “ selama ini kami memang hanya mengandalkan penghasilan dari profesi nelayan yang tak menentu untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari keluarga bahkan untuk biaya pendidikan anak “. Tambah bapak Sultan.

 

 

Patut disyukuri dari kesadaran penduduk Pannikiang yang mempunyai cita cita yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Karena hampir semua anak-anak mereka disekolahkan di Sekolah sekitar pesisir kota Barru, Ada yang di SD Inpres Garongkong, Ada pula di SD Takkalasi. Semangat para orang tua di Pannikiang sama dengan orang tua yang lain pada dasarnya, bagaimana agar kelak anaknya bisa menjadi kebanggaan orang tua bahkan tanah lahirnya. Bapak Sultan juga menambahkan “dengan adanya perhatian besar terhadap dunia pendidikan mereka berharap  pemerintah ikut memikirkan akses yang mudah agar anak-anak mereka bisa bertemu orang tuanya setiap waktu”.  Karena selama ini mereka hanya pulang ketika libur sekolah.

 

 

Sahabat Barru.org, kami juga sempat melakukan wawancara dengan kepala dusun yang memberikan informasi mengenai penataan rumah penduduk agar kedepan bisa lebih indah tatanannya. Sehingga kedepannya, pulau Pannikiang melalui objek wisata hutan mangrovenya bisa sebagai pemicu meningkatnya perekonomian warga sekitar. “Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk bisa dibuatkan semacam bendungan untuk menahan air laut masuk di daerah pemukiman penduduk agar kelak juga tidak mengganggu kenyamanan pengujung hutan mangrove”. kata pak Dusun pannikiang Abu Nawar.

Penulis : Asriadi Rijal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *