Hampir semua dari kita pasti memiliki siaran tv favorit masing-masing. Bahkan tak jarang dari kita tak mau melewatkan siaran favorit kita itu. Keseruan, cerita, dan semua adegan dalam siaran tv itu tak ingin kita lewatkan. Entahkah siaran tv itu bernuansa komedi, talkshow, reality show, kartun, sinetron dan lainnya pasti mempunyai penggemar bahkan penggila masing-masing. Tapi taukah anda bagaimana cerita di balik layar dr siaran-siaran tv favorit kalian.
Belum lama ini tepatnya hari senin 18 januari 2016, Barru kedatangan tim ragam indonesia dari Trans 7. Ragam indonesia adalah salah satu siaran tv dari Trans 7 yang dimana siaran ini mengangkat cerita tentang ragam budaya, kuliner dan pesona alam yang ada di Indonesia. Mereka hadir khusus untuk meliput budaya, kuliner dan keindahan apa saja kah yang ada di Barru. عدد بطولات مانشستر سيتي Selama peliputan, kami (barru.org) di minta oleh tim ragam indonesia Trans 7 untuk menjadi guide atau partner peliputan mereka selama di Barru.
Mungkin saya tidak menceritakan secara lengkap apa-apa saja yang mereka lakukan selama di Barru. Dan saya juga lagi tak ingin menceritakan mengenai budaya, kuliner dan tempat mana sajakah yang mereka angkat dalam peliputan mereka.
Seperti yang saya katakan di awal, saya akan menuliskan cerita apa saja yang ada di balik layar, terkhusus untuk siaran ragam indonesia Trans 7 ini..
Berbicara mengenai di balik layar, pasti dalam pikiran kita terlintas sosok kameramen, produser, sutradara, dan crew-crew lainnya. Nah, di ragam indonesia ini hanya mempunyai satu kameramen dan merangkap sebagai produser (om Guntur), satu host yang fenomenal (abang Desta), dan satu seksi perlengkapan merangkap supir (om Sevin). Dengan satu kameramen dan satu seksi perlengkapan, pasti akan memunculkan pertanyaan di benak kita, kok bisa? Nah, itu hebatnya mereka. Hahaha.
Selama proses pengambilan gambar yang berlangsung 5 hari, banyak cerita unik dan seru di dalamnya. Di hari pertama, sewaktu gelap mulai menghampiri dan kami memerlukan cahaya yang cukup untuk kebutuhan gambar, seketika itu kami (barru.org) mengeluarkan handphone untuk membuat cahaya yang cukup dan itu membuat pengambilan gambar berjalan dengan baik. Di hari kedua, sewaktu pengambilan gambar seketika itu hujan lebat turun mengguyur kami semua, untungnya kamera bisa di amankan secepatnya. Dan karena hujan pun kami tak melanjutkan pengambilan gambar pada waktu itu.
Di hari ketiga, lagi dan lagi hujan adalah cobaan terberat kami pada saat itu, akan tetapi hal itu tak menyurutkan semangat kami untuk pengambilan gambar. Segala upaya kami lakukan mulai dari membuat barisan crew berpayung, memayungi om Guntur (eh, bukan om gunturnya tapi yg terpenting kameranya) agar tak kebasahan, memayungi abang Desta dan ibu yang menjadi talent pada sesi itu. Akan tetapi butir hujan yang turun semakin menggila (mereka turunnya keroyokan). Usaha kami tak sampai di situ, demi kelangsungan dan kelancaran pengambilan gambar, kami membuat semacam atap emergency yang terbuat dr plastik/terpal yang setiap ujungnya kami ikat dengan tali dan di ikatkan di tiang rumah warga. Akan tetapi Tuhan berkeinginan lain, pengambilan gambar kami tunda smpai esok hari. Di hari berikutnya, hujan menyambut kami di pagi hari, dan lagi-lagi kami tak kalah dengan hujan. Kami tetap berangat ke lokasi pengambilan gambar.
Sesampainya di lokasi, ternyata hujan tak kunjung redah. Dan ini sudah hari ke empat, masih ada 2 item yang harus kami selesaikan. Karena om Guntur mulai geram, keluarlah jurus pawang hujannya. Di ambillah 3 cabe merah dan 3 bawang merah kemudian di tusuk seperti sate lalu di tancapkan ke tanah ( sedikir cerita mengenai jurus pawang hujan om guntur ini, katanya dia di ajarkan oleh seorang dokter gigi. Lah apa hubungannya om, hahaha). Dan apa yang terjadi?, hujannya pun mulai redah dan kami melanjutkan sesi pengambilan gambar yg tertunda dari dua hari yang lalu. (Sakti juga ni om guntur. Hahaha. Becanda, semua itu adalah kuasa Tuhan ya). Masih di hari yang sama, setelah sesi yang sempat tertunda ini terselesaikan. Kami melanjutkan ke sesi selanjutnya, namun kali ini bukan hujan penghalangnya. كازينو888
Jalan menuju dusun yang menjadi lokasi kami berikutnya tergenang air setinggi kurang lebih satu meter. Dan secara otomatis kendaraan kami tak bisa melewati medan itu. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan di hari berikutnya. Di hari kelima dan ini adalah hari terakhir pengambilan gambar kami. Di hari ini, di bawah terik matahari yang 3 hari kemarin menghilang entah kemana dan sekarang telah kembali membawa rindunya pada kami (puitis choy, hahaha). Kami pun menyelesaikan pengambilan gambar yang di tutup di lokasi dengan view yang luar biasa di atas bukit yang hijau. Dengan canda tawa, semua susah dam senang kami lewati bersama. واين رونى Tiada kamu, tiada aku ataupun dia yang ada hanya kita. Wassalam…
Nb: Makasih banyak buat team ragam indonesia trans7 (abang desta dan om guntur), makasih banyak juga buat om sefin yang telah menjadi partner bagi trans7 dan kami (barru.org). Maaf bila ada yang tak berkenan di hati. Jangan sungkan main ke sini lagi. Apalah Barru tanpa kalian. #ayokebarru
Writer : Zulham Irfandy
Foto : @zulhamirfandy, @ancanca_